Jakarta, 9 Mei 2026 – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa anggota Polri harus bekerja dengan menggabungkan kemampuan berpikir, ketegasan tindakan, serta empati dalam menjalankan tugas kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pengingat bagi seluruh personel kepolisian agar tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik dalam bertugas, tetapi juga menggunakan pendekatan humanis dan profesional.
Menurut Wakapolri, polisi harus mampu bekerja dengan “otak, otot, dan hati” agar penegakan hukum dapat berjalan efektif sekaligus tetap menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan “otak” mencerminkan pentingnya kemampuan berpikir strategis, analisis situasi, dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan.
Sementara “otot” diartikan sebagai kesiapan dan ketegasan aparat dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta menjaga ketertiban masyarakat.
Adapun “hati” disebut sebagai unsur penting yang menekankan empati, pelayanan, dan pendekatan kemanusiaan kepada masyarakat.
Pengamat kepolisian menilai pendekatan tersebut penting di tengah tuntutan publik terhadap institusi Polri agar semakin profesional dan dekat dengan masyarakat.
Selain kemampuan teknis, anggota kepolisian juga dinilai perlu memiliki kecerdasan emosional dan komunikasi yang baik dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Wakapolri juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan disiplin anggota agar institusi kepolisian tetap dipercaya masyarakat.
Menurutnya, tantangan tugas kepolisian saat ini semakin kompleks, mulai dari kejahatan siber, narkotika, kriminalitas jalanan, hingga pengamanan kegiatan masyarakat dalam era digital.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pola kerja yang adaptif dinilai menjadi kebutuhan penting bagi institusi kepolisian modern.
Pengamat keamanan menjelaskan bahwa pendekatan humanis dalam kepolisian dapat membantu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat sehingga menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif.
Selain penegakan hukum, polisi juga diharapkan mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara lebih optimal.
Pernyataan Wakapolri tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, ketegasan, dan kepedulian sosial dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.