Tangerang, 5 September 2026 – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan motivasi kepada siswa-siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 dan SRT 8 Kabupaten Tangerang, Banten, dalam kunjungannya pada Jumat, 4 September 2026. Di hadapan para siswa, Agus Jabo mengingatkan pentingnya menjaga semangat belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan. Ia menilai setiap siswa memiliki potensi untuk berkembang dan mencapai cita-cita apabila kesempatan pendidikan yang tersedia dimanfaatkan dengan baik. Para siswa juga didorong untuk melihat masa depan dengan optimistis tanpa terus terbebani oleh keterbatasan yang pernah mereka alami. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan penting bagi anak-anak untuk memperbaiki kehidupan sekaligus memberikan kebanggaan kepada keluarga. Karena itu, kesempatan belajar melalui Sekolah Rakyat diharapkan menjadi titik awal bagi para siswa untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Agus Jabo meminta para siswa membangun kedisiplinan selama mengikuti pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat. Selain belajar dengan rajin, mereka diminta mengikuti arahan guru, wali asuh, dan wali asrama yang mendampingi kehidupan sehari-hari selama berada di sekolah. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tetapi juga kebiasaan menjalani kehidupan secara tertib dan bertanggung jawab. Para siswa perlu belajar mengatur waktu, menjaga kebersihan, menghormati orang lain, dan menyelesaikan setiap kewajiban yang diberikan. Kebiasaan tersebut diharapkan membentuk karakter yang dapat menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki kehidupan setelah sekolah. Agus Jabo juga meminta siswa tetap menikmati proses belajar agar berbagai target pendidikan tidak berubah menjadi beban yang mengurangi semangat mereka.
Dalam pertemuan tersebut, Wamensos turut mengingatkan siswa agar tetap merasa bahagia selama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan akan membantu anak mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar cita-cita dengan lebih percaya diri. Siswa yang ingin menjadi dokter, guru, maupun menjalani profesi lainnya diminta tidak merasa terbebani oleh perjalanan panjang yang harus ditempuh. Mereka justru didorong menjadikan setiap kegiatan belajar sebagai bagian dari proses untuk mendekati impian masing-masing. Dukungan guru dan lingkungan sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana yang membuat anak berani mencoba, bertanya, dan mengembangkan bakatnya. Semangat tersebut dinilai penting terutama bagi siswa yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam memperoleh akses pendidikan berkualitas.
Agus Jabo menjelaskan Sekolah Rakyat dihadirkan pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui sistem pendidikan berasrama, berbagai kebutuhan dasar siswa selama mengikuti proses pembelajaran disediakan sehingga mereka dapat lebih berkonsentrasi terhadap pendidikan. Fasilitas tersebut mencakup tempat tinggal di asrama, makanan, seragam, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya. Pemerintah berharap keterbatasan ekonomi keluarga tidak lagi menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan sekolah dan mengembangkan potensinya. Para siswa karena itu diminta menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk mewujudkan cita-cita mereka sekaligus harapan orang tua. Sekolah Rakyat juga dirancang tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi membentuk karakter, kemandirian, dan kebiasaan positif melalui pendampingan selama berada di asrama.
Selain membicarakan pendidikan, Agus Jabo memberikan perhatian khusus terhadap keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Ia menegaskan tidak boleh ada perundungan, pelecehan seksual, maupun intoleransi di antara siswa Sekolah Rakyat. Seluruh peserta didik diminta memperlakukan teman sebagai saudara yang harus saling menjaga, menghormati, dan menghargai perbedaan. Apabila menghadapi persoalan, siswa diminta tidak menyelesaikannya melalui kekerasan maupun tindakan yang dapat merugikan orang lain. Mereka dapat menyampaikan masalah kepada wali asuh, wali asrama, guru, maupun pihak sekolah agar penyelesaian dilakukan dengan cara yang tepat. Pendekatan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sehingga setiap anak dapat belajar tanpa merasa takut, tertekan, atau dikucilkan.
Pesan juga diberikan kepada kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga kependidikan yang mendampingi para siswa. Agus Jabo meminta mereka memperlakukan siswa seperti anak sendiri karena selama mengikuti pendidikan berasrama sebagian besar waktu peserta didik akan berada bersama tenaga pendidik. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter serta memberikan dukungan ketika siswa menghadapi kesulitan. Peran tersebut menjadi semakin penting karena latar belakang setiap anak berbeda dan membutuhkan pendekatan pendampingan yang tidak selalu sama. Tenaga pendidik diminta memahami kondisi, kemampuan, serta potensi masing-masing siswa agar proses pembinaan dapat dilakukan secara tepat. Dengan pendampingan yang baik, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mengantarkan siswa berkembang secara akademik maupun sosial.
SRT 7 dan SRT 8 Kabupaten Tangerang merupakan bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sebelumnya, berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan proses pendidikan dapat berlangsung dengan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan program tersebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. SRT 8 di Kabupaten Tangerang antara lain menjalankan pendidikan bagi siswa jenjang SMP dan SMA, sementara berbagai layanan pendukung juga disiapkan untuk peserta didik. Pemeriksaan kesehatan terhadap siswa telah dilakukan sebagai bagian dari upaya mendeteksi sejak dini berbagai persoalan kesehatan yang dapat memengaruhi proses belajar. Kolaborasi lintas sektor diharapkan membuat kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak dapat ditangani secara terpadu.
Pendidikan dengan pola berasrama membuat pembentukan karakter menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Sekolah Rakyat. Para siswa tidak hanya mengikuti pelajaran formal, tetapi juga menjalani rutinitas yang melatih kedisiplinan, kebersihan, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan hidup bersama. Pendampingan dari wali asrama dan wali asuh menjadi bagian yang membedakan sistem tersebut dengan sekolah reguler yang sebagian besar aktivitas siswanya berakhir setelah jam pelajaran selesai. Pemerintah berharap pola pendidikan tersebut dapat membantu anak membangun kebiasaan positif secara konsisten. Pada saat yang sama, lingkungan sekolah harus tetap memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat tanpa kehilangan rasa nyaman. Keseimbangan antara disiplin, pendidikan akademik, pengembangan karakter, dan kebahagiaan siswa menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Kunjungan Agus Jabo ke SRT 7 dan SRT 8 sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tangerang. Program tersebut membawa tanggung jawab besar karena siswa tidak hanya membutuhkan fasilitas pendidikan, tetapi juga pendampingan yang konsisten selama berada jauh dari keluarga. Pemerintah ingin memastikan seluruh fasilitas yang telah diberikan benar-benar digunakan untuk membantu anak meningkatkan kemampuan dan membuka peluang masa depan. Para siswa juga diminta membangun hubungan yang baik dengan sesama teman serta menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka. Guru dan tenaga kependidikan pada saat yang sama diharapkan menjaga kepercayaan orang tua yang telah menyerahkan pendampingan anak kepada sekolah. Keberhasilan program pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan serta perubahan positif yang dialami siswa selama mengikuti pembelajaran.
Melalui motivasi yang disampaikan kepada siswa SRT 7 dan SRT 8, Agus Jabo berharap anak-anak tetap memiliki keyakinan kuat terhadap masa depan mereka. Kesempatan memperoleh pendidikan dengan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah harus diikuti kesungguhan siswa dalam belajar, menjaga disiplin, dan membangun karakter. Guru serta tenaga kependidikan juga memiliki peran besar dalam memastikan setiap anak memperoleh perhatian dan kesempatan berkembang sesuai potensinya. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Lingkungan yang bebas dari perundungan, kekerasan, pelecehan, dan intoleransi menjadi bagian penting agar tujuan tersebut dapat diwujudkan. Dengan dukungan pemerintah, keluarga, serta tenaga pendidik, para siswa diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dan melangkah menuju cita-cita yang selama ini ingin mereka capai.