Berlin, 25 Oktober 2026 – Kebakaran hebat melanda bangunan bersejarah yang dikenal sebagai Eagle’s Nest atau Sarang Elang, bekas tempat peristirahatan yang berkaitan dengan pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler. Bangunan yang memiliki nama resmi Kehlsteinhaus tersebut berada di kawasan pegunungan Alpen Bavaria, dekat Berchtesgaden, Jerman selatan. Kebakaran terjadi pada Jumat (23/10/2026) malam waktu setempat dan mengakibatkan kerusakan sangat parah pada bangunan bersejarah tersebut. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengendalikan kobaran api yang dengan cepat menghanguskan bagian bangunan. Kepolisian Jerman turut melakukan penyelidikan setelah menemukan indikasi bahwa kebakaran kemungkinan disebabkan oleh tindakan yang disengaja.
Reuters
+1
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah sistem alarm kebakaran di bangunan Kehlsteinhaus aktif sekitar pukul 21.15 waktu setempat. Petugas darurat segera menerima laporan dan bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan pegunungan dengan akses terbatas. Ketika tim pemadam kebakaran tiba, api dilaporkan telah membesar dan melalap sebagian besar bangunan. Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan bangunan menjadi sangat sulit karena kobaran api telah menyebar sebelum petugas dapat melakukan penanganan secara menyeluruh. Aparat keamanan kemudian menutup akses menuju lokasi untuk mendukung operasi pemadaman dan menjaga keselamatan masyarakat.
Sekitar 200 personel pemadam kebakaran dan petugas layanan darurat dikerahkan untuk menangani insiden tersebut. Operasi pemadaman menghadapi sejumlah hambatan karena Kehlsteinhaus berada pada ketinggian sekitar 1.834 meter di atas permukaan laut. Jalan menuju bangunan yang sempit dan menanjak menyulitkan mobilisasi kendaraan serta peralatan pemadam kebakaran. Selain itu, kondisi cuaca dingin, salju, dan angin kencang turut memperberat pekerjaan petugas di lapangan. Risiko runtuhnya material bangunan juga membuat petugas harus berhati-hati ketika berupaya mendekati sumber api.
Kepolisian Bavaria mengamankan seorang pria berkewarganegaraan Jerman berusia 33 tahun yang diduga memiliki keterkaitan dengan kebakaran tersebut. Pria itu ditemukan ketika mengendarai sepeda motor meninggalkan kawasan sekitar lokasi kejadian. Penangkapan dilakukan setelah petugas mencurigai adanya kemungkinan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran. Namun, aparat menegaskan bahwa penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan keterlibatan pria tersebut dan menentukan penyebab pasti munculnya api. Penyelidik juga menelusuri kemungkinan adanya motif tertentu di balik insiden yang merusak bangunan bersejarah itu.
Berdasarkan informasi awal dari aparat setempat, tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut. Bangunan diketahui tidak sedang ditempati pengunjung ketika api mulai berkobar pada malam hari. Meski demikian, petugas tidak dapat langsung memasuki seluruh bagian bangunan karena tingginya risiko tertimpa material yang rusak akibat panas. Pemeriksaan terhadap struktur bangunan diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kemungkinan bagian yang masih dapat diselamatkan. Kebakaran ini menimbulkan perhatian luas karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang berkaitan erat dengan masa pemerintahan Nazi di Jerman.
Kehlsteinhaus dibangun pada 1937 hingga 1938 sebagai tempat penerimaan tamu dan kegiatan representasi pemerintahan Nazi. Bangunan tersebut berada di kawasan Obersalzberg yang pada masa itu menjadi salah satu pusat aktivitas elite pemerintahan Adolf Hitler. Meski sering disebut sebagai tempat peristirahatan Hitler, bangunan ini sebenarnya lebih banyak digunakan untuk menerima tamu penting dan kegiatan resmi. Hitler sendiri diketahui hanya sesekali mengunjungi lokasi tersebut selama masa kekuasaannya. Kehlsteinhaus juga berbeda dari Berghof, kediaman utama Hitler yang dahulu berada di kawasan pegunungan yang sama.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, bangunan Kehlsteinhaus tetap dipertahankan sebagai salah satu peninggalan sejarah yang berkaitan dengan rezim Nazi. Sejak 1952, tempat tersebut dimanfaatkan sebagai restoran dan objek kunjungan wisata yang menawarkan pemandangan pegunungan Alpen. Pengunjung juga dapat mempelajari sejarah bangunan dan keterkaitannya dengan periode pemerintahan Nazi melalui informasi yang tersedia di lokasi. Keberadaan situs tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya mempertahankan ingatan sejarah mengenai kediktatoran, perang, dan kejahatan kemanusiaan pada masa tersebut. Karena itu, kerusakan akibat kebakaran menimbulkan persoalan mengenai pelestarian bangunan bersejarah di Jerman.
Pemerintah negara bagian Bavaria menyatakan komitmennya untuk memulihkan bangunan Kehlsteinhaus setelah kebakaran besar tersebut. Menteri Dalam Negeri Bavaria Joachim Herrmann menekankan pentingnya mempertahankan situs itu sebagai bagian dari pengingat sejarah yang tidak boleh dilupakan. Meski kerusakan bangunan dilaporkan sangat berat, rencana pemulihan akan mempertimbangkan kondisi struktur dan hasil pemeriksaan teknis. Sementara itu, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta kemungkinan unsur tindak pidana. Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan bangunan bersejarah sekaligus upaya Jerman menjaga peninggalan masa lalu sebagai sarana pembelajaran bagi generasi mendatang.