Jakarta, 21 September 2026 – Inggris memutuskan memberikan dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi menyusul meningkatnya serangan kelompok Houthi dari Yaman. Pemerintah Inggris akan mengerahkan pesawat tanker Royal Air Force (RAF) Voyager untuk membantu pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat tempur Saudi yang menjalankan misi pertahanan. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah Arab Saudi mengajukan permintaan bantuan militer. London menegaskan dukungan yang diberikan bersifat defensif dan dibatasi waktunya. Bantuan itu ditujukan untuk memperkuat kemampuan Saudi menghadapi serangan rudal dan drone, bukan untuk mendukung serangan ofensif terhadap wilayah yang dikuasai Houthi. Inggris juga menyatakan pelaksanaan misi akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi di kawasan.
Burnham mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan rekomendasi dari menteri pertahanan dan menteri luar negeri Inggris. Pesawat RAF Voyager direncanakan membantu pengisian bahan bakar pesawat Saudi yang terlibat dalam operasi mempertahankan wilayah kerajaan dari serangan udara. Dukungan diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan dan dapat ditinjau kembali apabila situasi berubah. Pemerintah Inggris menekankan keterlibatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai partisipasi langsung dalam operasi serangan terhadap Houthi. Fokusnya adalah meningkatkan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi di tengah meningkatnya ancaman terhadap kota, fasilitas energi, dan infrastruktur lainnya. London menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap stabilitas regional.
Keputusan Inggris muncul setelah konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Houthi melancarkan sejumlah serangan rudal dan drone ke wilayah Saudi, termasuk serangan yang menargetkan Riyadh dan kemudian dicegat sistem pertahanan kerajaan. Inggris sebelumnya menyatakan serangan Houthi juga menyasar infrastruktur sipil dan energi. Pemerintah Inggris menilai perkembangan tersebut meningkatkan risiko terhadap masyarakat sipil sekaligus stabilitas kawasan. London juga mencermati pergerakan Houthi di pesisir Laut Merah dan sekitar jalur strategis Bab al-Mandeb. Situasi itu menambah kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran internasional dan distribusi energi.
Dukungan Inggris tidak dimulai dari nol karena kedua negara telah memiliki hubungan pertahanan selama bertahun-tahun. Inggris sebelumnya mengerahkan peralatan pertahanan udara dan personel untuk membantu Saudi menghadapi ancaman rudal serta drone. Bantuan terbaru melalui RAF Voyager memperluas dukungan tersebut dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara. Pesawat tanker memungkinkan pesawat tempur bertahan lebih lama dalam operasi tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar. Kemampuan seperti itu dapat meningkatkan jangkauan dan durasi patroli pertahanan udara. Pemerintah Inggris menyatakan tambahan dukungan diberikan atas permintaan resmi pemerintah Saudi.
London juga mengaitkan keputusan tersebut dengan kepentingan ekonomi dan keamanan Inggris. Eskalasi di kawasan Teluk dan Laut Merah dinilai dapat mengganggu pasokan energi serta jalur perdagangan internasional. Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan selanjutnya Samudra Hindia. Gangguan berkepanjangan di kawasan tersebut dapat meningkatkan biaya pengiriman dan memberikan tekanan terhadap harga energi. Pemerintah Inggris menyatakan stabilitas kawasan berkaitan langsung dengan kepentingan ekonomi domestiknya. Karena itu, London melihat dukungan pertahanan kepada Saudi sebagai salah satu langkah untuk mengurangi risiko gangguan yang lebih luas.
Perkembangan terbaru di Yaman semakin meningkatkan kekhawatiran tersebut. Houthi dilaporkan memperluas penguasaan wilayah strategis di pesisir Laut Merah dan meningkatkan tekanan terhadap pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi. Pertempuran juga telah menyebabkan korban serta pengungsian dalam jumlah besar. Pada saat yang sama, ancaman terhadap pelayaran di sekitar Bab al-Mandeb menimbulkan dampak yang melampaui konflik domestik Yaman. Jalur tersebut digunakan untuk perdagangan internasional, termasuk pengiriman energi dan berbagai komoditas. Kondisi keamanan di sana karena itu menjadi perhatian sejumlah negara di luar kawasan.
Arab Saudi sebelumnya meminta bantuan sejumlah mitra setelah menghadapi tekanan terhadap kemampuan pertahanan udaranya. Kerajaan berupaya mendapatkan dukungan untuk menghadapi gelombang serangan rudal dan drone yang berlangsung di tengah konflik regional lebih luas. Inggris menjadi salah satu negara yang akhirnya menyetujui bantuan militer langsung dalam bentuk dukungan pengisian bahan bakar udara. Sementara itu, negara lain mempertimbangkan bentuk dukungan yang berbeda, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur energi dan kerja sama pertahanan. Amerika Serikat pada tahap ini dilaporkan tidak memberikan dukungan militer langsung seperti yang diminta Saudi, meskipun kerja sama intelijen tetap berlangsung. Perbedaan tersebut menunjukkan negara-negara mitra Saudi mengambil pendekatan berbeda terhadap eskalasi terbaru.
Meski memberikan dukungan militer, pemerintah Inggris tetap menyatakan penyelesaian diplomatik diperlukan untuk menghentikan konflik. London mengatakan stabilitas jangka panjang tidak dapat bergantung semata-mata pada operasi militer. Perlindungan warga sipil dan akses bantuan kemanusiaan di Yaman juga menjadi bagian dari posisi yang disampaikan Inggris. Konflik berkepanjangan telah memperburuk kondisi masyarakat Yaman yang sebelumnya menghadapi krisis kemanusiaan selama bertahun-tahun. Inggris meminta serangan dan eskalasi dihentikan serta mendukung upaya diplomatik untuk menemukan penyelesaian. Dukungan pertahanan kepada Saudi karena itu diklaim London tidak mengubah dorongannya terhadap penyelesaian politik.
Eskalasi juga menjadi perhatian kelompok negara G7. Para menteri luar negeri G7 pada 22 September menyatakan situasi di Yaman menjadi ancaman terhadap stabilitas regional, keamanan energi global, kebebasan navigasi, serta keamanan maritim di Laut Merah dan Bab al-Mandeb. Mereka mengecam serangan Houthi di Yaman dan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang berdampak pada warga sipil dan infrastruktur. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa konflik tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan internal Yaman. Risiko terhadap perdagangan dan energi membuat perkembangan di kawasan menjadi isu keamanan internasional. Negara-negara terkait terus mendorong agar jalur pelayaran strategis tetap dapat beroperasi.
Pengiriman RAF Voyager menandai peningkatan keterlibatan Inggris dalam membantu pertahanan Arab Saudi di tengah eskalasi terbaru dengan Houthi. Namun, London menekankan mandat pesawat tersebut dibatasi pada dukungan defensif melalui pengisian bahan bakar udara dan bukan operasi penyerangan. Pemerintah Inggris juga menyatakan dukungan itu bersifat sementara serta akan terus dievaluasi. Perkembangan konflik di Yaman, intensitas serangan Houthi, serta keamanan jalur perdagangan akan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah selanjutnya. Di sisi lain, upaya diplomatik tetap berlangsung untuk mencegah konflik berkembang menjadi konfrontasi regional yang lebih luas. Situasi di Arab Saudi, Yaman, Laut Merah, dan Bab al-Mandeb kini menjadi salah satu titik utama perhatian keamanan di Timur Tengah.