Jakarta, 18 September 2026 – Raja Charles III mengingatkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa peluang besar sekaligus risiko yang perlu dikelola secara serius. Ia menilai kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat dan pemerintah perlu memastikan penggunaannya tetap memberikan manfaat bagi manusia. Perhatian terutama diarahkan pada kemungkinan AI mengubah pola pekerjaan, penyebaran informasi serta cara manusia berinteraksi. Teknologi tersebut juga dapat menimbulkan persoalan apabila berkembang tanpa prinsip etika dan pengawasan yang memadai. Charles menekankan inovasi seharusnya memperkuat kehidupan manusia, bukan mengurangi nilai hubungan antarmanusia. Karena itu, perkembangan AI dinilai membutuhkan tanggung jawab bersama dari pemerintah, industri dan masyarakat.
Salah satu perhatian utama adalah perubahan besar yang dapat terjadi pada dunia kerja akibat otomatisasi. AI semakin mampu menjalankan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia, mulai dari pengolahan informasi hingga berbagai aktivitas administratif. Perubahan tersebut dapat meningkatkan produktivitas, tetapi pada saat bersamaan memunculkan kebutuhan terhadap keterampilan baru. Charles menyoroti pentingnya mempersiapkan masyarakat agar dapat beradaptasi dengan transformasi teknologi. Pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting agar perkembangan AI tidak menciptakan kelompok yang tertinggal. Pemanfaatan teknologi juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kesejahteraan pekerja.
Selain pekerjaan, perkembangan AI menimbulkan tantangan dalam menjaga kepercayaan terhadap informasi. Teknologi generatif memungkinkan pembuatan gambar, suara dan video yang semakin sulit dibedakan dari materi autentik. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu, manipulasi identitas maupun berbagai bentuk penipuan digital. Kemampuan masyarakat dalam memahami dan memverifikasi informasi menjadi semakin penting seiring berkembangnya teknologi tersebut. Charles menilai kemajuan teknologi perlu berjalan bersama dengan perlindungan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pengembangan AI karena itu tidak cukup hanya mengejar kemampuan teknis dan keuntungan ekonomi.
Raja Charles III juga menaruh perhatian pada hubungan antara teknologi dan lingkungan. Infrastruktur AI membutuhkan pusat data serta kapasitas komputasi dalam skala besar yang dapat meningkatkan kebutuhan energi dan sumber daya. Kondisi tersebut membuat efisiensi energi menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi digital. Charles selama bertahun-tahun dikenal memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan dan keberlanjutan. Dalam konteks AI, perkembangan teknologi diharapkan tidak memperbesar tekanan terhadap upaya mengatasi perubahan iklim. Inovasi justru dapat diarahkan untuk membantu pengelolaan energi, pemantauan lingkungan dan berbagai solusi keberlanjutan.
Peringatan tersebut muncul ketika pemerintah dan perusahaan teknologi di berbagai negara meningkatkan investasi pada pengembangan kecerdasan buatan. AI kini digunakan dalam kesehatan, pendidikan, transportasi, industri, penelitian ilmiah hingga layanan publik. Manfaat yang semakin luas membuat penghentian perkembangan teknologi bukan pilihan realistis, sehingga perhatian beralih kepada tata kelola dan penggunaannya. Regulasi perlu mengikuti perubahan teknologi tanpa menutup ruang inovasi yang bermanfaat. Perlindungan data pribadi, keamanan sistem, transparansi algoritma dan pertanggungjawaban pengembang menjadi sejumlah isu yang terus dibahas. Kerja sama internasional juga dinilai penting karena teknologi AI digunakan melintasi batas negara.
Charles mendorong agar manusia tetap menjadi pusat dalam setiap keputusan mengenai masa depan kecerdasan buatan. Teknologi dapat menjadi alat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan apabila dikembangkan secara bertanggung jawab. Namun, manfaat tersebut harus diimbangi dengan kesadaran terhadap konsekuensi sosial, ekonomi dan lingkungan yang mungkin muncul. Pemerintah, perusahaan teknologi, akademisi dan masyarakat memiliki peran dalam membangun standar penggunaan AI yang aman. Kemajuan teknologi tidak hanya perlu diukur berdasarkan kecanggihan sistem, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas kehidupan manusia. Peringatan Raja Charles III tersebut menegaskan bahwa masa depan AI akan sangat ditentukan oleh bagaimana manusia memilih untuk mengembangkan dan menggunakannya.