Jakarta, 8 Mei 2026 – Gangguan perjalanan kereta rel listrik atau KRL terjadi di kawasan Stasiun Daru setelah fasilitas persinyalan dilaporkan menjadi sasaran vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Akibat gangguan tersebut, perjalanan KRL di lintasan terkait harus diatur secara bergantian untuk menjaga keselamatan operasional kereta. Situasi ini menyebabkan keterlambatan perjalanan dan kepadatan penumpang pada sejumlah jadwal keberangkatan.
Pihak operator perkeretaapian menyebut kerusakan pada perangkat sinyal berdampak langsung terhadap sistem pengaturan perjalanan kereta. Petugas teknis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan agar operasional dapat kembali normal.
Pengamat transportasi menjelaskan sistem persinyalan merupakan bagian vital dalam operasional kereta api karena berfungsi mengatur jarak aman, pergerakan kereta, dan keselamatan perjalanan.
Aksi vandalisme terhadap fasilitas transportasi umum dinilai sangat berbahaya karena tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi.
Perjalanan KRL yang harus dilakukan secara bergantian menyebabkan antrean dan penyesuaian jadwal di lintasan yang terdampak. Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami keterlambatan akibat situasi tersebut.
Pengamat infrastruktur publik menilai perlindungan terhadap fasilitas transportasi perlu diperkuat melalui pengawasan, patroli keamanan, dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga aset publik.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas perkeretaapian karena dapat berdampak luas terhadap operasional dan keselamatan perjalanan.
Selain mengganggu layanan, vandalisme terhadap sistem sinyal juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat oleh petugas teknis.
Pengamat sosial menyebut fasilitas transportasi umum merupakan aset bersama yang seharusnya dijaga karena digunakan oleh ribuan masyarakat setiap hari untuk mendukung aktivitas kerja dan mobilitas perkotaan.
Petugas perkeretaapian terus melakukan upaya pemulihan sistem agar perjalanan KRL dapat kembali berjalan normal tanpa pengaturan bergantian seperti saat gangguan terjadi.
Dengan adanya aksi vandalisme terhadap fasilitas sinyal di Stasiun Daru, perhatian publik kembali tertuju pada pentingnya menjaga keamanan infrastruktur transportasi demi kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.