Jakarta, 26 September 2026 –
Dua pedayung Indonesia, Rafiq Wijdan Yasir dan Ali Mardiansyah, mendapatkan pengalaman berbeda setelah mempersembahkan medali perak bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keduanya mendapat kesempatan tampil dalam Medalist Celebration di ONE ASIA WORLD, Nagoya, Jepang. Kehadiran Rafiq dan Ali mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat yang antusias bertemu para atlet peraih medali. Mereka bahkan kebanjiran permintaan foto bersama hingga tanda tangan dari pengunjung. Tidak hanya itu, Rafiq dan Ali juga merasakan pengalaman mengikuti fashion show di hadapan masyarakat Jepang.
Bagi Rafiq, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama tampil di hadapan banyak masyarakat Jepang dalam suasana di luar arena pertandingan. Ia mengaku menikmati kesempatan mengikuti rangkaian Medalist Celebration setelah menyelesaikan perjuangannya di cabang rowing. Antusiasme masyarakat membuat suasana acara semakin berkesan karena para atlet mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan pengunjung. Rafiq bahkan sempat terlalu asyik memberikan tanda tangan sehingga tertinggal dari rombongan. Banyaknya permintaan foto dan tanda tangan menjadi pengalaman baru setelah sebelumnya ia lebih banyak berkonsentrasi menghadapi persaingan di lintasan.
Rafiq menilai sambutan tersebut bukan sekadar apresiasi kepada dirinya dan Ali, tetapi juga bentuk dukungan terhadap seluruh Tim Indonesia yang berjuang di Asian Games 2026. Menurutnya, pencapaian atlet merupakan hasil sinergi banyak pihak yang terus memberikan dukungan sejak persiapan hingga kompetisi. Setelah berhasil membawa pulang medali, dukungan tersebut tetap dirasakan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan para atlet. Kesempatan mengikuti Medalist Celebration juga memberikan ruang bagi atlet Indonesia untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat tuan rumah. Pengalaman itu semakin melengkapi perjalanan Rafiq dan Ali selama berada di Jepang.
Medali perak Rafiq dan Ali diperoleh dari nomor lightweight men’s double sculls yang berlangsung di Nagaragawa International Regatta Course, Gifu, Kamis, 24 September 2026. Pasangan Indonesia menyelesaikan perlombaan sejauh 2.000 meter dengan catatan waktu 6 menit 23,41 detik. Mereka tampil konsisten dengan berada di posisi kedua sejak melewati 500 meter pertama hingga menyentuh garis finis. Rafiq dan Ali hanya terpaut 3,47 detik dari pasangan Uzbekistan Shakhzod Nurmatov dan Sobirjon Safaroliyev yang merebut emas dengan waktu 6 menit 19,94 detik. Sementara medali perunggu menjadi milik pasangan Hong Kong Lam San Tung dan Chan Tik Lun dengan catatan 6 menit 24,84 detik.
Pencapaian Rafiq dan Ali menjadi bagian penting dari hasil tim rowing Indonesia di Asian Games 2026. Cabang tersebut menutup kompetisi dengan dua medali perak dari total 14 nomor yang dipertandingkan. Selain Rafiq dan Ali, satu medali perak lainnya dipersembahkan Ihram, Rendi Setia Maulana, Febrian, dan Memo pada nomor men’s quadruple sculls. Hasil itu membawa Indonesia menempati posisi keenam dalam klasemen akhir medali cabang rowing. Dua perak tersebut sekaligus memperlihatkan kemampuan pedayung Indonesia untuk tetap bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Setelah ketegangan perlombaan berakhir, rangkaian Medalist Celebration menjadi kesempatan bagi para atlet menikmati sisi berbeda dari penyelenggaraan Asian Games. Fashion show, interaksi dengan masyarakat, hingga banyaknya permintaan selfie memberikan pengalaman yang jarang diperoleh ketika mereka sedang fokus menjalani kompetisi. Sambutan publik Jepang juga memperlihatkan apresiasi kepada atlet tidak berhenti setelah seremoni penyerahan medali. Bagi Rafiq dan Ali, momen tersebut menjadi pelengkap dari keberhasilan mereka naik podium membawa nama Indonesia. Pengalaman itu sekaligus memberi kesempatan bagi keduanya menikmati hasil dari latihan dan persiapan panjang yang telah dilakukan sebelum berangkat ke Jepang.
Medali perak yang dibawa pulang Rafiq dan Ali pada akhirnya tidak hanya menghadirkan tambahan prestasi bagi kontingen Indonesia, tetapi juga meninggalkan pengalaman personal yang berkesan bagi kedua atlet. Dari persaingan ketat sepanjang 2.000 meter hingga menerima sambutan masyarakat Jepang, perjalanan mereka di Asian Games 2026 menghadirkan dua suasana yang sangat berbeda. Rafiq dan Ali kini memiliki pengalaman naik podium sekaligus berinteraksi langsung dengan publik internasional sebagai atlet peraih medali. Apresiasi yang mereka terima menjadi tambahan motivasi setelah berhasil memberikan salah satu medali bagi Merah Putih. Prestasi tersebut diharapkan menjadi modal bagi keduanya untuk mempertahankan performa dan mengejar pencapaian lebih tinggi pada kejuaraan internasional berikutnya.