Jakarta, 28 September 2026 –
WhatsApp tengah menyiapkan perubahan desain antarmuka untuk pengguna perangkat Android dengan memberikan ruang lebih besar bagi fitur berbasis kecerdasan buatan. Salah satu perubahan yang sedang dikembangkan adalah penempatan Meta AI secara lebih menonjol pada bilah navigasi utama aplikasi. Langkah tersebut akan membuat pengguna dapat mengakses layanan AI dengan lebih cepat tanpa harus mencarinya melalui percakapan atau menu tambahan. Perubahan masih berada dalam tahap pengembangan sehingga belum tersedia secara merata bagi seluruh pengguna.
Dalam rancangan terbaru, WhatsApp menguji bilah navigasi bawah dengan susunan yang berbeda dibandingkan versi sebelumnya. Meta AI mendapatkan tab khusus bersama sejumlah bagian utama aplikasi seperti percakapan, pembaruan, komunitas, dan panggilan. Penempatan tersebut menunjukkan integrasi AI semakin menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan WhatsApp. Pengguna nantinya dapat berpindah dari percakapan biasa menuju layanan Meta AI langsung melalui area navigasi utama.
Perubahan ini juga berpotensi membuat struktur antarmuka WhatsApp di Android menjadi lebih terorganisasi. Selama ini sejumlah fungsi baru terus ditambahkan ke aplikasi sehingga WhatsApp perlu menyesuaikan cara pengguna menemukan berbagai fitur. Dengan tab Meta AI yang lebih mudah dijangkau, pengguna tidak harus membuka percakapan AI terlebih dahulu untuk mulai memberikan pertanyaan atau perintah. Desain tersebut sekaligus dapat memperkenalkan kemampuan Meta AI kepada pengguna yang sebelumnya belum banyak memanfaatkannya.
Meta AI sendiri telah terintegrasi dengan berbagai layanan milik Meta, termasuk WhatsApp. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan, mencari ide, meminta bantuan menyusun teks, hingga menggunakan sejumlah kemampuan generatif yang tersedia. Integrasi yang semakin dalam membuat WhatsApp berkembang dari aplikasi komunikasi menjadi platform yang juga menyediakan fitur berbasis AI. Meski demikian, ketersediaan kemampuan tertentu dapat berbeda bergantung pada negara, bahasa, perangkat, dan versi aplikasi.
Pengujian desain baru juga memperlihatkan bagaimana WhatsApp terus menyesuaikan tampilan Android agar fungsi-fungsi utama tetap mudah ditemukan. Perubahan posisi tab maupun ikon bukan hal baru karena perusahaan secara berkala menguji beberapa konfigurasi sebelum menentukan desain yang akan dirilis secara luas. Versi yang terlihat dalam tahap pengembangan karena itu belum tentu sama persis dengan tampilan akhir. WhatsApp masih dapat mengubah posisi, nama, maupun fungsi tab berdasarkan hasil pengujian.
Bagi pengguna, kehadiran Meta AI pada bilah navigasi dapat memperpendek langkah untuk mengakses asisten AI, tetapi juga membuat fitur tersebut semakin menonjol dalam penggunaan sehari-hari. Perubahan seperti ini biasanya diperkenalkan secara bertahap sehingga dua pengguna dengan perangkat serupa belum tentu langsung memperoleh antarmuka yang sama. Pengguna juga perlu memperbarui WhatsApp ketika versi baru tersedia agar dapat memperoleh perubahan antarmuka dan fitur terbaru. Pengujian pada versi beta umumnya menjadi salah satu tahapan sebelum perubahan dipertimbangkan untuk distribusi yang lebih luas.
Belum ada kepastian bahwa rancangan tersebut akan diterapkan kepada seluruh pengguna Android dalam bentuk yang sedang diuji saat ini. WhatsApp masih dapat melakukan penyesuaian sebelum desain baru memasuki versi stabil. Namun, munculnya Meta AI sebagai bagian dari bilah navigasi menunjukkan arah pengembangan aplikasi yang semakin menempatkan kecerdasan buatan dekat dengan fungsi komunikasi utama. Jika pengujian berlanjut hingga peluncuran publik, pengguna Android akan mendapatkan cara yang lebih cepat untuk mengakses Meta AI langsung dari halaman utama WhatsApp.