Jakarta, 5 Mei 2026 – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya pengawasan maksimal pada sejumlah titik krusial dalam pelaksanaan Program MBG. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan bebas dari potensi penyimpangan.
Dalam kajiannya, BRIN mengidentifikasi beberapa area yang dinilai rawan, seperti distribusi anggaran, pelaksanaan teknis di lapangan, serta mekanisme pelaporan. Ketiga aspek tersebut dianggap memiliki potensi risiko jika tidak diawasi secara ketat dan berkelanjutan.
BRIN juga menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap tahap pelaksanaan program. Keterbukaan informasi dinilai mampu meningkatkan akuntabilitas serta meminimalkan peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.
Selain itu, kolaborasi antar lembaga disebut sebagai faktor kunci dalam memperkuat pengawasan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta aparat pengawas diharapkan dapat menciptakan sistem kontrol yang lebih efektif.
BRIN mendorong penggunaan teknologi dalam sistem pengawasan, termasuk pemanfaatan data digital untuk memantau progres program secara real-time. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta akurasi dalam pengambilan keputusan.
Dengan pengawasan yang kuat dan terstruktur, Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.