Jakarta, 28 Oktober 2026 – Dewan Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia (OCA) bersama Komite Penyelenggara Lokal resmi mengumumkan perubahan jadwal Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) edisi keenam yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Ajang olahraga multicabang tingkat Asia tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 11–21 Desember 2026, tetapi kini dipindahkan menjadi 28 Maret hingga 8 April 2027. Keputusan tersebut diumumkan pada 26 Oktober 2026 setelah penyelenggara melakukan evaluasi terhadap kesiapan organisasi dan kebutuhan logistik kompetisi. Penyesuaian jadwal dilakukan melalui koordinasi dengan Komite Olimpiade Nasional dari berbagai negara Asia serta sejumlah pemangku kepentingan olahraga internasional. Meski mengalami pengunduran waktu pelaksanaan, penyelenggara memastikan bahwa persiapan kompetisi tetap berjalan sesuai rencana yang telah disepakati.
OCA Asia
+1
OCA menjelaskan bahwa perubahan jadwal dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara lebih optimal. Evaluasi mencakup pengaturan operasional, koordinasi antarlembaga, serta kesiapan fasilitas yang akan digunakan selama kompetisi berlangsung. Penyelenggara juga mempertimbangkan kalender pertandingan internasional agar sebanyak mungkin negara anggota dapat mengirimkan atlet terbaik mereka. Penyesuaian tersebut dinilai penting karena AIMAG melibatkan banyak cabang olahraga dengan kebutuhan teknis yang berbeda. Melalui jadwal baru, OCA berharap seluruh delegasi memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan persiapan administrasi, transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pertandingan. Keputusan ini sekaligus menjadi langkah untuk menjaga kelancaran pelaksanaan ajang olahraga regional yang melibatkan ribuan atlet dari berbagai negara.
Dalam keterangan resminya, OCA dan Komite Penyelenggara Lokal menegaskan bahwa penundaan bukan berarti Arab Saudi mengalami kegagalan dalam mempersiapkan penyelenggaraan. Kedua pihak menyatakan bahwa seluruh tahapan organisasi dan operasional tetap berjalan berdasarkan rencana yang telah disetujui. Pemerintah Arab Saudi juga terus memberikan dukungan terhadap persiapan infrastruktur serta berbagai kebutuhan teknis kompetisi. Riyadh dinilai memiliki fasilitas dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan pertandingan olahraga internasional berskala besar. Penyelenggara berkomitmen menghadirkan lingkungan kompetisi yang memenuhi standar teknis serta memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial. Dengan tambahan waktu persiapan, berbagai kebutuhan yang belum selesai diharapkan dapat diselaraskan sebelum delegasi peserta tiba pada Maret 2027.
Arab News
Asian Indoor and Martial Arts Games edisi keenam direncanakan mempertandingkan 18 cabang olahraga dengan melibatkan lebih dari 4.500 atlet. Para peserta diperkirakan berasal dari 45 negara anggota OCA, termasuk Indonesia yang dijadwalkan mengirimkan kontingen untuk mengikuti sejumlah pertandingan. Kompetisi ini menjadi salah satu ajang penting bagi atlet yang berkompetisi dalam olahraga dalam ruangan maupun cabang bela diri. Selain memberikan kesempatan memperebutkan medali, AIMAG juga menjadi sarana bagi negara-negara Asia untuk mengukur perkembangan prestasi atlet pada tingkat regional. Jumlah peserta yang besar membuat penyelenggaraan membutuhkan koordinasi menyeluruh, mulai dari penyusunan jadwal pertandingan hingga pengaturan fasilitas latihan. Karena itu, kesiapan logistik menjadi salah satu perhatian utama dalam keputusan perubahan jadwal.
ANTARA News
Bagi Indonesia, perubahan jadwal AIMAG memberikan dampak terhadap penyusunan program latihan dan persiapan kontingen nasional. Atlet yang sebelumnya diproyeksikan mencapai puncak performa pada Desember 2026 kini perlu menyesuaikan periodisasi latihan menuju akhir Maret 2027. Penyesuaian tersebut dapat mencakup perubahan intensitas latihan, agenda uji coba, serta pemilihan kompetisi pendukung sebelum keberangkatan. Pengurus cabang olahraga juga perlu memperhatikan jadwal pertandingan internasional lainnya agar tidak terjadi benturan agenda yang dapat memengaruhi kesiapan atlet. Meski demikian, tambahan waktu persiapan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki aspek teknis dan meningkatkan kondisi fisik peserta. Keputusan mengenai komposisi akhir kontingen tetap bergantung pada proses seleksi dan kebijakan organisasi olahraga nasional yang berwenang.
Komite Olimpiade Indonesia atau National Olympic Committee (NOC) Indonesia menjadi salah satu pihak yang perlu menyesuaikan agenda persiapan setelah perubahan jadwal diumumkan. Organisasi tersebut memiliki peran dalam koordinasi keikutsertaan kontingen Indonesia pada berbagai ajang multicabang internasional di bawah naungan OCA. Dengan bergesernya waktu pelaksanaan AIMAG, sejumlah kebutuhan administratif seperti pendaftaran peserta, pengurusan dokumen perjalanan, serta penyesuaian rencana keberangkatan perlu mengikuti ketentuan terbaru penyelenggara. Koordinasi bersama federasi olahraga nasional juga diperlukan untuk memastikan seluruh persyaratan kompetisi dapat dipenuhi. Penundaan ini memberikan ruang bagi pengurus olahraga untuk mengevaluasi kesiapan atlet berdasarkan perkembangan latihan dan hasil pertandingan. Namun, perubahan jadwal juga menuntut pengelolaan anggaran yang cermat agar persiapan tetap berlangsung secara efektif.
Penyelenggaraan AIMAG di Riyadh memiliki arti penting bagi Arab Saudi karena akan menjadi ajang multicabang pertama di bawah naungan OCA yang digelar di negara tersebut. Kesempatan menjadi tuan rumah merupakan bagian dari upaya memperluas keterlibatan Arab Saudi dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut meningkatkan investasi pada fasilitas olahraga, pengembangan atlet, serta penyelenggaraan berbagai kejuaraan dunia. AIMAG diharapkan menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan kesiapan infrastruktur dan kemampuan organisasi dalam menangani kegiatan dengan jumlah peserta besar. Penyelenggaraan kompetisi juga dapat memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan layanan pendukung lainnya. Kehadiran ribuan atlet serta ofisial dari berbagai negara diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi selama periode pertandingan berlangsung.
OCA Asia
Ajang AIMAG juga berkaitan dengan agenda Saudi Vision 2030 yang menempatkan olahraga sebagai salah satu sektor pengembangan nasional. Program tersebut mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, pembinaan talenta muda, serta penguatan posisi Arab Saudi sebagai lokasi penyelenggaraan acara internasional. Pemerintah setempat berupaya memanfaatkan kompetisi olahraga untuk mendukung pengembangan industri hiburan dan pariwisata. Melalui AIMAG, Arab Saudi memiliki kesempatan memperluas hubungan dengan federasi olahraga serta komite olimpiade dari berbagai negara Asia. Pengalaman menjadi tuan rumah juga dapat menjadi bagian dari peningkatan kemampuan tenaga profesional yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan. Oleh sebab itu, keberhasilan AIMAG tidak hanya dinilai dari pelaksanaan kompetisi, tetapi juga dari manfaat jangka panjang bagi perkembangan ekosistem olahraga nasional.
Dari sisi sejarah, Asian Indoor and Martial Arts Games merupakan kompetisi yang mempertemukan berbagai disiplin olahraga dalam ruangan dan bela diri di kawasan Asia. Ajang tersebut berkembang dari penyelenggaraan Asian Indoor Games yang pertama kali berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 2005. Kompetisi kemudian mengalami perkembangan dengan menggabungkan unsur olahraga bela diri ke dalam format pertandingan multicabang. Edisi kelima diselenggarakan di Ashgabat, Turkmenistan, pada 2017, sebelum penyelenggaraan berikutnya menghadapi sejumlah perubahan agenda. Edisi keenam sebelumnya sempat direncanakan berlangsung di Thailand pada 2024, tetapi dibatalkan karena persoalan pemenuhan persyaratan penyelenggaraan. Riyadh kemudian ditetapkan sebagai tuan rumah berikutnya untuk melanjutkan kompetisi tersebut.
OCA Asia
+1
Dengan jadwal baru pada 28 Maret hingga 8 April 2027, OCA dan Komite Penyelenggara Lokal kini memusatkan perhatian pada penyelesaian seluruh kebutuhan teknis serta koordinasi bersama negara peserta. Penyelenggara menegaskan komitmen untuk menghadirkan kompetisi yang aman, tertib, dan sesuai standar internasional meskipun waktu pelaksanaannya mengalami perubahan. Bagi Indonesia, keputusan tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan program pembinaan serta mempersiapkan atlet menghadapi persaingan tingkat Asia. Sementara itu, Arab Saudi memiliki tambahan waktu untuk memastikan fasilitas pertandingan, akomodasi, transportasi, dan layanan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan. AIMAG edisi keenam tetap diproyeksikan melibatkan lebih dari 4.500 atlet dari 45 negara anggota OCA dalam 18 cabang olahraga. Melalui persiapan yang lebih matang, penyelenggaraan di Riyadh diharapkan mampu menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga dalam ruangan dan bela diri di kawasan Asia.