Jakarta, 2 Oktober 2026 – Nama Bergson da Silva menjadi sorotan setelah penyerang Timnas Malaysia tersebut mengkritik situasi pertandingan Indonesia melawan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Bergson mempertanyakan perubahan tambahan waktu dari dua menjadi tujuh menit dalam pertandingan yang akhirnya dimenangi Indonesia 9-2. Dua gol pada pengujung laga membuat Garuda memastikan posisi puncak grup dan melaju ke final, sedangkan Malaysia harus puas berada di urutan kedua meski menang 6-0 atas Singapura. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan tujuh poin serta selisih gol +9, tetapi Garuda unggul produktivitas gol.
Bergson memiliki nama lengkap Bérgson Gustavo Silveira da Silva. Penyerang kelahiran Alegrete, Brasil, pada 9 Februari 1991 itu berusia 35 tahun dan berposisi sebagai penyerang tengah. Kariernya di Malaysia mulai mendapatkan perhatian besar sejak bergabung dengan Johor Darul Ta’zim (JDT) pada 2021. Bersama klub berjuluk Southern Tigers tersebut, Bergson berkembang menjadi salah satu penyerang paling produktif di sepak bola Malaysia.
Ketajaman Bergson bersama JDT terlihat dari berbagai catatan gol yang berhasil ditorehkannya. Pada musim Liga Super Malaysia 2025-2026, ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 27 gol dan mengakhiri musim dengan total 42 gol di seluruh kompetisi. Catatan tersebut juga membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liga Super Malaysia dengan 131 gol. Sebelumnya, ia beberapa kali menjadi pencetak gol terbanyak Piala Malaysia serta memecahkan rekor gol dalam satu musim Liga Super.
Setelah tinggal dan bermain di Malaysia selama lima tahun, Bergson kemudian membuka jalan untuk menjalani proses naturalisasi. FIFA pada September 2026 mengonfirmasi Bergson memenuhi syarat untuk membela Timnas Malaysia setelah meninjau status kelayakannya berdasarkan regulasi yang berlaku. Pemanggilan ke Harimau Malaya menjadi pengalaman istimewa bagi Bergson karena sebelumnya ia tidak membayangkan akan mendapat kesempatan tampil di level internasional bersama Malaysia. Ia menyebut kesempatan mengenakan seragam tim nasional sebagai sebuah mimpi setelah bertahun-tahun berkarier di negara tersebut.
Debut Bergson bersama Malaysia langsung menghasilkan gol. Ia mencetak satu gol ketika Harimau Malaya mengalahkan Bangladesh 3-0 dalam pertandingan pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September. Bergson kemudian menjadi bagian penting dari lini depan Malaysia sepanjang turnamen dan mencetak hattrick ketika timnya menghancurkan Singapura 6-0 pada pertandingan terakhir grup. Namun, kemenangan besar tersebut belum cukup membawa Malaysia ke final karena Indonesia akhirnya mengamankan posisi pertama.
Setelah kepastian tersebut, Bergson melontarkan kritik melalui media sosial dengan menyoroti jadwal dan lokasi pertandingan Indonesia serta perubahan tambahan waktu dalam laga melawan Bangladesh. Ia mempertanyakan papan tambahan waktu yang semula menunjukkan dua menit sebelum kemudian berubah menjadi tujuh menit. Bergson juga menilai Indonesia memperoleh keuntungan karena memainkan tiga pertandingan di Jakarta pada malam hari, sementara tim lain menjalani sebagian pertandingan di Bandung dan pada waktu berbeda. Pernyataan tersebut merupakan pandangan Bergson, sementara perubahan tambahan waktu menjadi bagian dari keputusan perangkat pertandingan.
Terlepas dari kontroversi komentarnya, Bergson datang ke Timnas Malaysia dengan reputasi sebagai salah satu mesin gol paling produktif dalam sejarah Liga Super Malaysia. Pengalamannya bersama JDT serta konsistensi mencetak gol membuatnya menjadi pilihan penting di lini depan Harimau Malaya meski baru mendapatkan kesempatan internasional pada usia 35 tahun. Malaysia selanjutnya harus menjalani pertandingan perebutan peringkat ketiga melawan Vietnam, sementara Indonesia menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 5 Oktober. Dengan demikian, perjalanan Bergson di turnamen belum berakhir meski Malaysia gagal mendapatkan tiket menuju pertandingan puncak.