Jakarta, 26 Mei 2026 – Seorang terapis spa di Surabaya bernama Nur Hasannah Prasetya menjadi sorotan setelah didakwa menguras rekening rekan kerjanya hingga mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, jaksa mengungkap bahwa sebagian uang hasil dugaan pencurian tersebut digunakan terdakwa untuk membeli emas dan perhiasan di sejumlah pusat perbelanjaan. Kasus ini menarik perhatian publik karena modus yang digunakan dinilai sangat licik dengan memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan korban di lingkungan kerja. Selain membeli emas, terdakwa juga disebut menggunakan uang tersebut untuk gaya hidup mewah termasuk menginap di hotel berbintang di Surabaya.
Menurut dakwaan jaksa, aksi pengurasan rekening dilakukan secara bertahap sejak Agustus hingga September 2024. Korban bernama Tonny Soegiono disebut kerap menitipkan ponselnya kepada terdakwa saat pergi ke toilet di tempat kerja mereka di sebuah spa kawasan HR Muhammad, Surabaya. Kesempatan itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk mengambil kartu ATM yang disimpan di dalam casing ponsel korban lalu melakukan transfer dana secara diam-diam. Setelah transaksi selesai, kartu ATM dikembalikan ke tempat semula sehingga korban tidak langsung menyadari rekeningnya telah dikuras. Total dana yang berhasil dipindahkan disebut mencapai sekitar Rp 1,285 miliar melalui puluhan transaksi dengan nominal bervariasi.
Jaksa Penuntut Umum Hasanudin Tandilolo menyebut uang hasil dugaan pencurian tersebut banyak digunakan terdakwa untuk membeli emas dan perhiasan di sejumlah toko perhiasan di Surabaya. Selain itu, terdakwa juga disebut beberapa kali menginap di Hotel Shangri-La Surabaya dengan berbagai tipe kamar mulai deluxe hingga executive room. Fakta tersebut terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan di persidangan dan semakin memperkuat dugaan penggunaan dana hasil kejahatan untuk memenuhi gaya hidup mewah. Pengadilan juga mengungkap adanya aliran dana ke rekening lain sehingga penyidik mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Pengamat kriminal menjelaskan bahwa kasus seperti ini menunjukkan bagaimana tindak kejahatan finansial sering kali dilakukan oleh orang terdekat yang memahami kebiasaan korban sehari-hari. Menyimpan kartu ATM di dalam casing ponsel dan membiarkan akses terbuka kepada orang lain dinilai menjadi celah keamanan yang sangat berisiko. Dalam beberapa tahun terakhir, modus pengurasan rekening melalui penyalahgunaan akses pribadi memang semakin sering terjadi terutama di lingkungan kerja atau pertemanan dekat. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati menjaga kerahasiaan PIN, kartu ATM, serta akses perangkat pribadi untuk menghindari penyalahgunaan. Penggunaan notifikasi transaksi dan sistem keamanan digital juga dianggap penting untuk meminimalkan risiko pencurian dana secara bertahap.
Kasus terapis spa Surabaya yang diduga menguras rekening rekan kerja hingga miliaran rupiah lalu membelanjakannya untuk emas dan gaya hidup mewah kembali memperlihatkan pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keamanan finansial pribadi. Banyak pengamat menilai tindak kejahatan seperti ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menghancurkan kepercayaan di lingkungan sosial dan tempat kerja. Di tengah meningkatnya transaksi digital dan kemudahan akses perbankan, kesadaran terhadap keamanan data pribadi dan perlindungan rekening dinilai semakin penting bagi masyarakat modern. Publik kini menunggu kelanjutan proses hukum terhadap terdakwa serta kemungkinan pengungkapan pihak lain yang diduga ikut menikmati aliran dana tersebut.